Pelajar/Mahasiswa Investasi Reksadana ? Sabiiii Bangetttt !!!!

pict by pixabay

Dewasa ini mulai banyak nih pembicaraan mengenai management financial, ya kalo Bahasa gampangnya sih  cara mengatur keuangan, mungkin  ini bahasan yang sedikit berat, but disini aku akan membuatnya lebih mudah di mengerti, karena aku juga agak kurang paham kalo jelasin pakai Bahasa yang economic banget.

Fyi,disini saya mencoba memberi apa yang saya tau mengenai management financial , espessially tentang investasi reksa dana, tentunya dari point of view seorang  mahasiswa  dan gen Z ya. Mungkin ketika mendengar kata management keuangan apalagi investasi , kalian  langsung berkata dalam hati “ topik orang tua nih “ , ya wajar sih aku pun demikian awalnya. Tapi coba  pikirin, gimana ya kondisi ekonomiku beberapa tahun kedepan, mungkin aku pikir akan ada dua tipe jawaban , “  ya gampanglah, sekarang juga gue undah mulai nabung dikit dikit “ atau “ aman !!, bokap gue kan tajir “. Ya mungkin kalo keluarga kalian sekaya bill gates or jack ma yang sampe tujuh turunan pun ga bakal abis, aku saranin ga usah lanjutin baca deh, hahaha becanda
Tentu karena statusku sebagai pelajar, kondisi finansial ya masih bergantung pada orang tua. Lu kan belom bisa nyari duit sendiri, terus gimana bisa investasi ? ya ini yang membuat seorang pelajar sedikit yang memulai melakukan investasi, memang ini akan menjadi sedikit tricky, karena nanti dana yang dipake untuk investasi berasal dari uang sakumu. Yang jelas karena diambil dari uang saku, pasti jumlahnya akan terbatas, maka dari itu kita juga harus mencari media investasi yang tidak membutuhkan dana selangit. Dari hasil googling, investasi yang bisa dimulai dengan dana relative kecil  adalah reksadana. Reksa dana bahkan bisa dimulai dengan hanya berbekal 10 ribu rupiah, jadi bisalah ya investasi dari bekal uang saku sekolah. Fyi, reksadana ini adalah investasi yang legal ya, artinya aktivitasnya dilindungi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

pict by pixabay
   
Untuk yang masih bingung apa itu reksadana, aku coba jelas secara singkat deh. Jadi reksadana itu salah satu instrument investasi,yang mana singkatnya, dengan kamu membeli reksadana, dapat diartikan bahwa kamu menitipkan uangmu ke suatu badan yang dinamakan manager investasi untuk di kelola supaya berkembang. Tapi tenang saja, uangmu akan aman, karena uangmu tidak berada di manajer investasi, melainkan di suatu bank yang khusus bernama bank custodian. Jadi manager investasi tidak bisa mengambil uangmu, melainkan cuma bisa mengelola uangmu.  Reksadana  dibagi jadi 4; pertama reksadana pasar uang, reksadana jenis ini memiliki resiko yang rendah, akan tetapi persentasi keuntungan juga sebanding, di reksadana jenis ini uangmu mostly akan di kelola di obligasi. Kedua, reksadana pendapatan tetap, reksadana jenis ini memliki resiko menengah. Ketiga, reksadana saham, reksadana jenis ini memiliki tingkat resiko yang tinggi, dimana uang dikelola dalam bentuk saham saham, jenis ini bisa memiliki keuntungan yang tinggi, akan tetapi bisa juga sebaliknya. Terakhir reksadana campuran, jenis ini dibuat untuk yang kurang cocok dengan reksadana saham yang memiliki resiko yang tinggi tetapi masih memiliki growth yang lumayan tinggi.

Ok selanjutnya gimana terus gimana ? ok ini yang dulu aku lakukan ya, mau ngikut sok, mau pake cara sendiri juga boleh,  

1. Kenali investasi apa yang mau kau pilih


Ok untuk tahap ini, kalo kalian belum memiliki penghasilan sendiri, aku saranin ambil reksadana aja, kalo udah punya penghasilan sendiri bisa invest ke saham ataupun property. Karena disini saya akan lebih concern ke investasi dengan biaya yang rendah, maka kalian bisa pilih berbagai reksadana seperti yang udah aku jabarin di atas, tapi aku ga nyaranin untuk ambil reksadana saham karena profil resiko yang tinggi, ketimbang  reksadana saham, incase kalian udah punya penghasilan sendiri saya lebih menyarankan kalian ambil saham sekalian, karena bisa lebih flexible. So yang aku akan saranin adalah reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

2. Kenali dirimu


pict by pixabay


So next adalah identifikasi diri kalian, mulai dari berapa sih uang saku atau penghasilan  kalian, terus apa saja kebutuhan kalian selama sebulan. Nah itu harus kalian hitung, kalo perlu catat di buku, semakin detail semakin baik. Setelah itu usahakan kebutuhan kalian tidak lebih besar dari 60% income kalian. Sehingga sisanya bisa digunakan untuk keperluan lain, aku sendri mengkuotakan 5% of income untuk savings, 15% lagi for invest ( reksadana ), dan 20% sisa bisa kalian pake untuk keperluan lain.

3. Kenali tujuanmu


pict by pixabay


Salah satu yang menurutku sangat krusial adalah tujuan yang kita ingin capai dari investasi. Karena kita sedang membahas reksadana, yang notabennya adalah instrument investasi untuk jangka menengah hingga panjang, maka pastikan bahwa tujuan kalian bukanlah sesuatu yang ditujukan untuk jangka pendek.

4. Just do it


Sebenarnya semua yang udah aku jabarkan akan menjadi sia sia jika tidak ada tindakan yang nyata. ya memang sih kalo soal uang gini ya harus dipikirkan secara matang, tapi jangan sampai hanya mengendap dalam pikiran tanpa perbuatan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelajar/Mahasiswa Investasi Reksadana ? Sabiiii Bangetttt !!!!"

Post a Comment