Diet Experience : 4 Bulan yang Panjang Untuk 10 kg
pic by pixabay
Hai what’s up sobat semua, mungkin ini agak melenceng dari dunia gadget teknologi yang biasanya ya, mungkin ini agak aneh karena kali ini saya mau sharing tentang pengalamanku diet hingga dapat turun hampir 10kg, oh fyi sebelum saya menjalani program diet ini, berat badan saya tergolong kurang ideal untuk orang bertinggi 174cm, yaitu kisaran 72 kg.
pic by pixabay
Jauh sebelum menjalani program diet, dulu saya sangat rajin beraktivitas olahraga ,mulai dari jogging, running, renang, futsal, dan sometime badminton hal ini menjadikan berat badan saya berkisar di level around 62 kg. Tetapi begitu duduk di bangku kuliah, semua rutinitas sehat tadi perlahan berubah seiring dengan beban tugas kuliah yang bertambah. Semua aktivitas tadi hampir tak pernah saya lakukan, beberapa bulan kemudian saya merasa tubuh saya menjadi sering sakit, dan juga ada beberapa teman saya, berkata bahwa saya bertambah besar. Awalnya sih hal-hal tersebut tidak terlalu saya pikirkan, setelah akhir semester 1 saya mulai menyadari ada hal yang lumayan annoying, salah satunya adalah beberapa celana dan jeans saya mulai kekecilan dibagian paha hingga lingkar pinggang. Puncaknya adalah ketika sepulang dari perjalanan umroh, saat itu saya iseng iseng menimbang berat badan saya, yeah supraisingly berat saya hampir mencapai 72 kg, saya tak habis pikir kenapa berat saya bisa sampai dititik tersebut.
Disaat itu saya mulai reliaze sih, so saya harus mulia memperbaiki lifestyle saya. Saat itu saya mulai membaca beberapa artiket tentang program diet, disamping itu saya juga mulai membiasakan untuk menyempatkan olah raga ringan, jogging setidak tidaknya 30 menitlah. Selain itu saya juga mulai mengatur diet saya, dari yang biasa makan 3 – 4 kali sehari jadi 2 kali sehari, hal tersebut saya lakukan kurang lebih selama sebulan. Diakhir bulan pertama saya mencoba menimbang berat badan saya, hasilnya memang tidak buruk, tp tidak sesuai ekspektasi, Berat badan hanya turun 1.5 kg.
Setelah semua yang saya lakukan, saya mulai mencari apa yang salah dari program diet saya, saya kembali googling lebih dalam tentang seluk beluk program diet. Ternyata saya salah presepsi tentang bagaimana cara menurukan berat badan, dalam program diet yang benar, seharusnya kita tidak berfokus pada menghindari suatu makanan, tapi yang lebih utama adalah mengatur apa yang kita makan, hal ini juga erat relevansinya dengan konsep kalori harian yang dibutuhkan tubuh. Sudah paham apa itu kalori ? Oke agar lebih mudah dipahami, singkatnya , kalori adalah satuan energi, dalam setiap makanan memiliki kadar kalori yang berbeda beda, sedangkan tubuh manusia membutukan kalori dalam kadar tertentu, dan juga tubuh memiliki batasan dalam mengolah kalori. Oke misal saya dengan tinggi badan 174cm dan dengan berat saya dulu 70 an kg, maka kebutuhan kalori harian adalah sebesar 2000 cal, oh ya bagi yang belum tau cara menghitung kebutuhan kalori harian, mudah kok caranya, tinggal googling aja dengan key word “ calori calculator “, ntar pasti ketemu. jadi setelah saya tau kebutuhan kalori saya, untuk menurunkan berat badan tentunya saya harus mengurangi konsumsi kalori harian saya. Ok seminggu awal saya menurunkan konsumsi kalori harian sebesar 10 % sehingga konsumsi harian saya jadi 1800 cal/day, minggu kedua jadi 1600 cal/day, minggu ketiga jadi 1500 cal/day, dan puncaknya saya menurunkan konsumsi calori harian saya jadi 1400 cal/day, oh ya disclaimer aja, usahakan penurunan konsumsi calorinya perlahan ya, agar tubuh dapat beradaptasi.
And then, lalu apa saya yang saya konsumsi selama program diet ? sebenarnya saya tidak membatasi jenis makanan yang saya konsumsi, karena saya juga masih mengonsumsi makanan “jahat”, such as goreng2an tp tentunya dengan porsi yang diatur. Ok bagi yang ingin tau apa saya yang saya konsumsi, saya akan ceritakan, ok pagi hari saya makan 2 butir telur rebus dan susu sapi kotakan kecil, siangnya saya kembali makan pukul 14:00, dengan makan nasi dengan lauk dan sayur bebas, dan malamnya saya tidak makan, tp saya ganti dengan ngemil snack , kenapa saya lebih memilih snacking ketimbang makan, karena saya tipe orang yang lebih suka ngemil, jadi bagi yang tidak suka ngemil dapat diganti dengan makan ringan. Oh ya jangan lupa juga perbanyak minum air putih, sehari saya minimal minum 3 liter air putih, karena ini juga bisa menjadi alternative pencegah rasa lapar, sometime saya juga minum expresso dan teh, tentunya semua zero sugar ya.
pic by pixabay
Pola makan yang baik tanpa diiringi olahraga tentunya akan menjadi sia sia, olah raga akan membatu dan meningkatkan kualitas metabolisme tubuh. Jadi selain menjaga pola makan, kita harus selalu berolahraga, tak harus olah raga yang berat2, sekadar jogging 15 menit atau berjalan 30 menit keliling komplek 3x/minggu, itu udah lebih baik ketimbang hanya duduk santai di rumah. Untuk saya sendiri, saya pergi gym 4x/week, setelah gym biasanya saya lanjutkan dengan renang selama 30 menit. Di hari sabtu saya hanya jogging atau kadang hanya jalan jalan santai selama 30 minutes, khusus hari minggu saya gunakan untuk istirahat dan refreshing. Tentunya itu semua harus dilakukan secara disiplin n konsisten. Tp bagi yang tidak punya waktu untuk keluar rumah, bisa melakukan berbagai kegitan workout yang bisa dilakukan dalam rumah yang bisa anda googling.
Well, selama 4 bulan menjalani itu semua, ada kalanya saya merasa jenuh, but itulah tantangan terbesarnya, KONSISTENSI. Sekarang saya mulai dapat memetik hasilnya, seperti berat badan saya sudah jauh turun, celana2 yang dulunya sesak sekarang sudah mulai longgar, dan tentunya badan saya terasa lebih fit. Sekali lagi ya, semua yang saya lakukan itu belom tentu cocok pada kalian, jadi terus mencoba berimprovisasi sampai menemukan yang paling cocok bagi badan kalian. Ok well mungkin segitu dulu yang bisa saya share mengenai pengalaman saya , kalo kalian suka ini, jangan lupa like dan share artikel ini, so that’s it thank you for reading, good luck and see ya.



mantap gan tips n triknya
ReplyDelete